Showing posts with label advice. Show all posts
Showing posts with label advice. Show all posts

Jun 23, 2011

Being A leader is not easy

As you know that i am a monk, just a boy who already pass and leave the dorm. Now, leading a company with big equity. Its not easy, Leader must direct and take over all effect of the company.

The science / knowledge in Religion help me more in this duties, but its really different either being leader in religion or leader in company. There are something that need to be teaches. You know, even i just a man behind the scene but it heavier than a man in the real acting.

Lets take some summary of my main tasks.
  1. Create new innovation in gaining company's revenue, tailoring a business plan, breakdown into some tasks and milestones
  2. Manage daily operations, deciding some critical issue, manage risk, negotiate to make deal/
  3. Study for new market, new technology, new trends, conduct with customer needs,
  4. Manage customer 
  5. Always exploring business idea, framing the idea, crafting it and make it into task work
  6. Thinking to make growth strategy, analyzing market, forecasting business climate trends, positioning of my brand, design the marketing strategy, establish and manage the budget and pricing.
  7. Thinking and make regulation / company policy, assembling the responsibility matrix plan, setting the ground rules, manage resource distribution, etc ..

huft, it seems so hectic, really its so hectic, as a single, i think its doesn't matter for me to be always sleep at the morning, when others was called by their wife, i stay to do my works, hemmm :D
They said, "Sir, please be fatter," then i just give them smile, i was though that my brain is preferable than that.

But, while i saw on my religion, being hectic in the worldly life is wrong, getting wife maybe the solutions, but i can;t choose my own destiny, just a little of them (women) who can understanding me, even my mother said that "sampean itu selalu keluar dalil, jadi mereka akan takut" (you always talking the rules, so they little bit scare", i said, needless to be scare of me, religion rules is basic rules.

In my life, its all so super, i am superior in many things, technical or managerial, its my excess, maybe it makes them always said that iam a robot, a digital things, si  mbah, the master, but i never perceiving that, iam just a human, a monk, as you all.

I speak and think as an old man, hmmm. .. really, its just an effect of my environment, my friends are master in religion, and in technical / programming, my friends are master too, so, its obviously understanding right ?

Woman should be advised and directed every time, yes, they are weak in religion. Hopefully a woman understanding me, care to me, assume me that i am just a human so i can give her full of my heart.

Just thank to God, "Robbi auziekni an asykuro ni'matakalathi an amta alayya ... "
Read more ...

Jun 22, 2011

pray to cultive the love, Put your first love for GOD, others is next turn.

Put your first love for GOD, others is next turn.

Inspired from a woman who put good picture about "khubba" praying (doa tentang cinta), i wrote this note, its all about putting your first love (as sequence) for God then next is others.
In this note, i will explain about the pray (how to pray to make your first love for GOD), jadi pembahasanya mulai dari dasarnya dan apa doa nya untuk mendapatkan itu semua.
Mencintai seseorang dan ataupun sesuatu itu hal yang wajar, bisa saja, dan boleh saja, tapi ternyata dalam quran dan hadis ini sudah di atur sedemikian sehingga agar menjadikan kita baik / benar / sesuai dengan tuntunan Alloh dan Rosul. I will split into 2 parts, first is human-related, then things-related.

Kaitannya dengan sesama manusia, maka ada beberapa pembagian yg bisa kita ambil.
a. Manusia-Manusia dalam se-keluarga.
Bahwa ibuk itu lebih harus di hormati daripada yang lain. Sebagaimana dalil di bawah ini :

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ بْنِ شُبْرُمَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ
وَقَالَ ابْنُ شُبْرُمَةَ وَيَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا أَبُو زُرْعَةَ مِثْلَهُ
[Abu Hurairah] radliallahu 'anhu dia berkata; "Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sambil berkata; "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "kemudian siapa lagi?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?" dia menjawab: "Kemudian ayahmu." [Ibnu Syubrumah] dan [Yahya bin Ayyub] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Zur'ah] hadits seperti di atas."  Buqori 5514

Bentuk hormat bisa dengan lebih di senangi / di buat senang (dengan tidak maksiat). Dalam hadis lain Nabi menerangkan bahwa kecintaan terhadap keluarga adalah bentuk iman.

Doanya :
  • doa supaya Alloh menyayangi orang tua : Robbigfirli waliwalidayya warkham huma kama robbayani shoghiro
  • doa supaya bisa syukur, termasuk pada orang tua : Robbi 'auziekni  an asykuro ni'matakallathi anamta alayya wa ala walidaiyya..

Bentuk cinta yang lain atas keluarga/ibuk/wanita adalah dengan SELALU menasehatinya, ini adalah kewajiban seorang laki-laki/bapak/anak laki-laki. Ingatlah bahwa Nabi berpesan "istawusu binisa'"  ini bermakna "menasehatilah secara terus menerus" pada perempuan (istri/anak perempuan). Jadi harus selalu di nasehati dengan lembut secara terus menerus, baik waktu mereka "happy" maupun ketika "bad-mood".
Karena mereka di ciptakan atas tulang yang bengkok, dan iman mereka tipis.

b. Manusia-Manusia tidak se-keluarga.
1. Kekasih (bukan / belum jadi istri)
bahwa orang wanita iman itu lebih baik daripada yang belum/bukan iman, bahkan di hadisnya menjelaskan budak perempuan itu lebih baik, di dalam hadis nya menggunakan kata kata "walau a'jabatkum" (walaupun mengherankan pada kalian CANTIKnya/BAIKnya perempuan)

Bahwa Alloh akan menjadikan cinta-cintaan/saling menyayangi bagi yang menikah (menggunakan kata azwajan, dan bukan aulia/kekasih/orang yg di kasihi/ pacar), lihatlah dalilnya dalam alQuran.

wa min ayatihi, an kholaqo lakum min anfusikum azwajan, litaskunuu ilaiha, waj'ala bainakuma mawattdatan wa rohmah ... Ar-rum

Mungkin bagi yang awalnya nikah belum cinta pada suami/istrinya, maka yakinlah, dengan menempatkan cinta pertama pada Alloh, maka Alloh akan memberikan seuatu yg lebih, yaitu manisnya iman dan janji Alloh akan memberikan Cinta dan Rohmat nanti setelah menikah. Lihatlah hadis di bawah ini.

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَجِدُ أَحَدٌ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ حَتَّى يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَحَتَّى أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ وَحَتَّى يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan mendapatkan manisnya iman sehingga ia mencintai seseorang dan ia tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan sehingga ia lebih suka dimasukkan ke dalam api dari pada kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, dan sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari pada yang lain." buqori 5581

Dan kemudian supaya bisa syukur, karena agama terjaga, tingkatan pahalanya jauh lebih besar daripada yg belum menikah, dan masih banyak lagi kelebihan kelebihan yang di dapatkan bagi yang telah berkeluarga, serta supaya bisa melaksanakan hak dan kwajibannya masing masing sesuai tuntunan agama.

more detail pembahasan tentang ini bisa di lihat di note yang ini : http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150099874203768

intinya, menikah dulu, baru Alloh akan guarantee cinta-cinta-annya  akan kekal.

2. Sesama orang iman.
Kecintaan sesama orang iman itu seperti halnya bangunan, saling menguatkan (yasuddu ba'dohu ba'dhon) , dulunya mungkin bermusuh-musuhan, tapi karena hidayah dari Alloh maka jadilah bersaudara. Ingatlah dalil di bawah ini.


... inkuntum a'da an, fa allafa baina quluubikum, fa ashbahtum bini'matihi ikhwanan.
(ingatlah, dulu kalian musuh2an, di pinggir jurang neraka maka mengumpulkan kami Alloh atas hati kalian maka senanglah sebab ni'mat Alloh jadi bersaudara)

Doanya : robbanagfirlanaa wa li ikhwaninalladhina sabaquna bil iiman, walaa taj'al fii qulubina ghillan lilladhina amanu, robbana innaka ro'ufurrokhim

intinya di kata Ghillan => janganlah Engkau menjadikan hatiku Keras/Dongkol/Marah2/Rupek atas orang - orang iman

3. Bukan orang iman.
Walaupun bukan orang iman, Nabi juga mengajarkan untuk bisa saling menyayangi, Nabi sendiri pernah hidup dalam 1 kota dengan selain orang iman, dan tetep tidak boleh mengganggu. Bagi orang iman, maka cukuplah kita mendoakan agar mereka jadi iman.

Doanya :
allohumahdi ala [namanya]

Kaitannya dengan selain manusia, maka ada beberapa pembagian yg bisa kita ambil.
1. Dengan benda, kekayaan yang berwujud
ini biasanya berupa harta,maka mintalah kesenangan pada harta yg barokah,..
  • Allohuma inkaana rizki fissama fa anzilhu, wainkaana fil ardh fa akhrijhu wa inkaana qolilan fa katsirhu wa inkaana ba'idan fa qoribhu wa inkaana 'usron fa yassirhu
  • allohumarujna rizqon khalalan, toyyiban, mubaarokan wa anta arkhamurrokhimin
  • Allohuma aktsir maali wa waladi..

2. Dengan benda yang tidak berwujud.
Kecintaan dengan benda yang tidak berwujud yang paling utama adalah kesehatan, ilmu, dan akhak serta kefahaman. maka selalu mintalah atas semua itu
Doa-doa yang berkaitan dengan hal ini adalah  :

doa kesehatan :
‏‏اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي جَسَدِي وَعَافِنِي فِي بَصَرِي وَاجْعَلْهُ ‏ ‏الْوَارِثَ ‏ ‏مِنِّي لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
doa ilmu yg manfaat :
اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي وَزِدْنِي عِلْمًا الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ حَالِ أَهْلِ النَّارِ
doa harta yg barokah :
اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ

Summary:
Secara umum, untuk bisa menempatkan CINTA kita pada Alloh dan Rosul itu paling tinggi dari yg lain, maka bisa menggunakan doa nya nabi Daud di bawah ini.


حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَبِيعَةَ الدِّمَشْقِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي عَائِذُ اللَّهِ أَبُو إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيُّ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ مِنْ دُعَاءِ دَاوُدَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي وَأَهْلِي وَمِنْ الْمَاءِ الْبَارِدِ قَالَ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا ذَكَرَ دَاوُدَ يُحَدِّثُ عَنْهُ قَالَ كَانَ أَعْبَدَ الْبَشَرِ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ


Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Diantara doa Daud adalah: ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA HUBBAKA, WA HUBBA MAN YUHIBBUKA, WAL 'AMALALLADZII YUBALLIGHUNII HUBBAKA. ALLAAHUMMAJ'Al HUBBAKA AHABBA ILAYYA MIN NAFSII WA AHLII WA MINAL MAAIL BAARID (Ya Allah, aku memohon kepadaMu kecintaanMu, dan kecintaan orang yang mencintaiMu, serta amalan yang menyampaikanku kepada kecintaanMu. Ya Allah, jadikanlah kecintaanMu lebih aku cintai daripada diriku, keluargaku serta air dingin). Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila teringat Daud maka beliau menceritakan mengenainya; beliau berkata: "Ia adalah manusia yang paling banyak beribadah." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib. Tirmidhi 3412

Secara umum, doa di bawah ini sudah bisa mencakup semuanya, termasuk sesama orang, dan atau apapun itu selain orang, baik sekeluarga atau bukan/belum jadi keluarga.


حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ الْخَطْمِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ كَعْبٍ الْقُرَظِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ الْخَطْمِيِّ الْأَنْصَارِيِّ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ فِي دُعَائِهِ اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يَنْفَعُنِي حُبُّهُ عِنْدَكَ اللَّهُمَّ مَا رَزَقْتَنِي مِمَّا أُحِبُّ فَاجْعَلْهُ قُوَّةً لِي فِيمَا تُحِبُّ اللَّهُمَّ وَمَا زَوَيْتَ عَنِّي مِمَّا أُحِبُّ فَاجْعَلْهُ فَرَاغًا لِي فِيمَا تُحِبُّ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَأَبُو جَعْفَرٍ الْخَطْمِيُّ اسْمُهُ عُمَيْرُ بْنُ يَزِيدَ بْنِ خُمَاشَةَ

Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bahwa beliau mengucapkan dalam doanya: "ALLAAHUMMARZUQNII HUBBAKA, WA HUBBA MAN YANFA'UNII HUBBUHU 'INDAKA. ALLAAHUMMA MAA RAZAQTANII MIMMAA UHIBBU FAJ'ALHU QUWWATAN LII FIIMAA TUHIBBU. ALLAAHUMMA WA MAA ZAWAITA 'ANNII MIMMAA UHIBBU FAJ'ALHU FARAAGHAN LII FIIMAA TUHIBBU (Ya Allah, rizkikanlah kepadaku kecintaanMu, dan kecintaan orang yang memberiku manfaat kecintaannya di sisiMu. Ya Allah, apa yang Engkau rizkikan kepadaku diantara yang aku cintai maka jadikanlah kekuatan untukku melakukan apa yang Engkau cintai. Ya Allah, dan apa yang Engkau jauhkan dariku diantara apa yang aku cintai maka jadikahlah kesempatan bagiku untuk melakukan apa yang Engkau cintai). Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib. Abu Ja'far Al Khathmi namanya adalah 'Umair bin Yazid bin Khumasyah. Tirmidhi 3413
Read more ...

being patients is important, linta lahum

Dalil2 bab : linta lahum (["lemah lembut pada mereka"]), terutama bagi para jendral spy memiliki rasa belas asih yg jauh lebih banyak drpada yg bukan jendral.

Spya memiliki perkataan yg baik, persangkaan yg baik, tetep senyum dan bs ttep baik pada siapapun, termasuk pada "org tua yg miskin dan buta" => abasa watawalla...


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إثْمٌ وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ {49 سورة الحجرات /12}

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan sangkaan (kecurigaan), karena sebagian dari sangkaan itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang


وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إنَّهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِينَ {42 سورة الشورى/40}

40. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لاَئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ {5 سورة المائدة /54}

54. Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.


وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالاً فَخُورًا {4 سورة النساء /36}

36. Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.


فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي اْلأَمْرِ فَإذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ {3 سورة آل عمران /159}

159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya
Read more ...

Jun 20, 2011

clear spelling in praying

jadi gini: pentingnya berdo'a itu di baca complete (sampai punya arti yg jelas), termasuk kalau do'a itu spy jelas di sebut apa mau nya dan cara nya (termasuk cara pengucapannya).
real case yg masih sering di temukan:

1. bacaan "robbana walakalhamdu" >> masih sering cuma di baca ROBBANA!!!, dan di baca pd saat MASIH GERAK. Hrsnya : klo sdh tenang baru di baca semua "robbana walakalhamdu"

2. ketika kena musibah cuma bilang : "innalilahi"  >> ini maknanya cuma  "sesungguhnya bagi Alloh". Hrsnya di baca complete "innalillahi .. jurni... minha"

3. bacaan "amin" di ucapkan dengan lafadh menggunakan "ain" bukan "alif", itu secara arti malah SALAH, amin yg pake "ain" bermakna"picek" alias "buta" alias "pece", check here => (http://translate.google.com/#auto|ar|blind), padahal makna "amin" yg menggunakan "alif" itu harusnya "semoga Alloh mengabulkan"

secara umum do'a isinya adalah pujian dulu, kemudian apa yg di minta, peringkasan langsung pada apa yg diminta juga boleh kalau mmg sdh ngerti artinya (untuk yg bahasa arab)

kalau terpaksa mmg gak hafal do'a versi arab nya, gunakan bahasa sehari hari itu juga bisa.

Apa yang di niatkan dengan apa yg di ucapkan itu lebih kuat apa yg di ucapkan. Maka niat yg bisa bertentangan dengan aturan/tata cara dalam ibadah MUNGKIN bs SALAH.
Contoh :
1. biar khusu', maka sebelum sholat membaca "bismillah" >> ini gak ada dalilnya, dan kalau sdh jadi kebiasaan malah jadinya bit'ah.
2. cerita orang ngantuk minta sesuatu 1000 biji, malah di beri barang yg lain (krn pengucapannya yg salah, pdhal yg di niatkan bukan itu).

maka supaya bener2 di tanamkan dan hati2 biar pas.

Summary:
klo do'a itu mbokyo di hayati dgn tau dulu artinya dan cara pengucapannya serta niat yg jelas biar bener.
*inspired from a little boy beside me yesterday, dan sudah bener betul, tp ada di sebelah lain yg masih salah.
Read more ...

Jun 18, 2011

please be thankful

mbokyo sing syukur, karena kalian ini termasuk sebaik2nya mahluk, apalagi  beriman, maka itu termasuk keluhuran. Syukur itu di awali dari HATI dan Ingatlah bahwa syukur itu termasuk sebaik-baiknya harta yang tidak pernah habis. Untuk itu supaya meminta/berdo'a agar hati ini selalu punya niat untuk selalu syukur, sebagaimana di contohkan :

robbi auzi'ni an asykuro ni'matakalathi anamta 'alayya wa 'ala walidayya, wa an a'mala sholikhan yardhohu, wa adkhilni bi rohmatika fii ibadikasholikhin.

wahai tuhanku, semoga engkau meniatkan/menggerakkan/ngrentek-ake/membuat saya berniat untuk men-syukuri ni'matmu ......

*masih ada di dengar "Kalau Mas kan beda sama saya, dari sisi ... kurang, dari sisi ... kurang, dari sisi .... kurang, saya akui itu......"
*apalagi klo yg ngomong itu MT, minder krn dirinya MT adalah SALAH, justru bahagia dalam hatinya karena bisa mengerti dan punya ilmu lebih dari pada yang lain.
Read more ...

Jun 17, 2011

i love because of God, Love management

nspired from a lady who rebel the rules for about 3 months ago (she is not in my networks, i just advice her), i wrote this note. It taken from my Friend's notes too, because He was written the same topic related to. Main point that i want to pointed is about "love management".


[First,] let we recite this hadith, we are ordered to love prophet and God more than the one whom you loved.

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَجِدُ أَحَدٌ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ حَتَّى يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَحَتَّى أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ وَحَتَّى يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan mendapatkan manisnya iman sehingga ia mencintai seseorang dan ia tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan sehingga ia lebih suka dimasukkan ke dalam api dari pada kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, dan sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari pada yang lain."  bukhori 5581

Its related to this hadith :

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي زِيَادٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ رَجُلٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الْأَعْمَالِ الْحُبُّ فِي اللَّهِ وَالْبُغْضُ فِي اللَّهِ


"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik amal adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah."   abu daud 3983

[Second,] check this note, taken from my Friend's Note, (Mr. Taufiqurrohman), its about how to show/speak/ekspress love, and how answer love invitations.

===> Start Quote, Note : valentine
F. Ungkapkan rasa cinta kita kepada seseorang dengan ucapan: ” Aku mencintaimu karena Allah” dan yang diberi ucapan harus menjawab,”semoga Allah mencintaimu”.

Berdasarkan Hadits Nabi:

“Ada seorang lelaki di sisi Nabi shallallahu `alaihi wasallam, lalu seorang lelaki lewat maka yang di sisi Nabi berkata: “Wahai Rasulullah, sungguh aku mencintai orang ini”, Nabi shallallahu`alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Apakah engkau telah memberitahukannya?”, ia berkata : “Tidak”, ia bersabda : “Beritahu dia”, lalu ia menyusul orang tersebut dan berkata :“Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah”, lalu ia menjawab : “Semoga Zat yang engkau mencintaiku karena-Nyamencintaimu”. HR Abu Daud

Bilamana tips di atas kita ikuti dan kita laksanakan dengan baik niscaya kita akan terlepas dari belenggu cinta terhadap yang fana berganti dengan cinta kepada Allah yang Baqa’ (kekal) yang menentramkan jiwa dan raga kita.

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang saling mencintai karena-Nya yang dijanjikan Allah mendapat naungan‘Arsy di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.

Akhirnya marilah kita menadahkan tangan berdoa kepada Allah dengan doa sya’ir cinta yang pernah dilantunkan oleh Nabi Daud dan Nabi Muhammad shallallahu `alaihim wasallam :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِيْ يُبَلِّغُنِيْ إِلىَ حُبِّكَ اَللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِيْ وَأَهْلِيْ وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ

(Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu untuk mencintai-Mu dan mencintai orang yang mencintai-Mu, dan amalan yang menyampaikan kepada cinta-Mu, ya Allah, jadikanlah mencintai-Mu lebih kucintai daripada diriku, keluargaku, dan air yang sejuk)”. HR. Tarmizi.

===> End Quote, Note : valentine

other parable of the story is founded on this hadith :

حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا الْمُبَارَكُ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ الْبُنَانِيُّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ

أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرْتَهُ قَالَ لَا قَالَ فَأَخْبِرْهُ قَالَ فَلَقِيَهُ بَعْدُ فَقَالَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ فِي اللَّهِ فَقَالَ لَهُ أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِي لَهُ


sesungguhnya seorang laki-laki berkata pada Nabi Shallallahu'alaihi wa Sallam, "Saya mencintai si L", maka Nabi Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda, "Kabarkanlah padanya." Dia berkata, "Nggak usah." Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda: "Kabarkanlah ia." (Anas bin Malik) berkata, "Sesudah peristiwa itu, maka dia menemui kawannya, dan berkata, 'demi Allah, sesungguhnya aku sangat mencintaimu karena Allah'. Maka (laki-laki yang dicintai) berkata, "Semoga cintamu padaku menyebabkan Allah mencintai kamu."  ahmad 12056


 [Third, ] so, we are invited to marry soon while you are able to do so. No fear, no delay. needless to delay it.

حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَ كُنْتُ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ
فَلَقِيَهُ عُثْمَانُ بِمِنًى فَقَالَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِنَّ لِي إِلَيْكَ حَاجَةً فَخَلَوَا فَقَالَ عُثْمَانُ هَلْ لَكَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ فِي أَنْ نُزَوِّجَكَ بِكْرًا تُذَكِّرُكَ مَا كُنْتَ تَعْهَدُ فَلَمَّا رَأَى عَبْدُ اللَّهِ أَنْ لَيْسَ لَهُ حَاجَةٌ إِلَى هَذَا أَشَارَ إِلَيَّ فَقَالَ يَا عَلْقَمَةُ فَانْتَهَيْتُ إِلَيْهِ وَهُوَ يَقُولُ أَمَا لَئِنْ قُلْتَ ذَلِكَ لَقَدْ قَالَ لَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
Telah menceritakan kepada kami [Umar bin Hafsh] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] ia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Ibrahim] dari ['Alqamah] ia berkata; Aku berada bersama [Abdullah], lalu ia pun ditemui oleh Utsman di Mina. Utsman berkata, "Wahai Abu Abdurrahman, sesungguhnya aku memiliki hajat padamu." Maka keduanya berbicara empat mata. Utsman bertanya, "Apakah kamu wahai Abu Abdurrahman kami nikahkan dengan seorang gadis yang akan mengingatkanmu apa yang kamu lakukan?" Maka ketika Abdullah melihat bahwa ia tidak berhasrat akan hal ini, ia pun memberi isyarat padaku seraya berkata, "Wahai 'Alqamah." Maka aku pun segera menuju ke arahnya. Ia berkata, "Kalau Anda berkata seperti itu, maka sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda kepada kita: 'Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kalian yang telah mempunyai kemampuan, maka hendaklah ia menikah, dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena hal itu akan lebih bisa meredakan gejolaknya.'"  bukhori 4677


حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قُلْتُ لَهُ الرَّجُلُ يَعْمَلُ الْعَمَلَ لِلَّهِ فَيُحِبُّهُ النَّاسُ عَلَيْهِ قَالَ ذَلِكَ عَاجِلُ بُشْرَى الْمُؤْمِنِ


Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Dzar berkata; saya bertanya kepada beliau; "Seorang laki-laki beramal karena Allah, maka manusia menjadi cinta dengan amalan laki-laki tersebut." Beliau bersabda: "Itu adalah kabar gembira yang di segerakan untuk orang Mukmin." ibn majah 4215


[Fourth,] we are reminded that the true-love, the real love is comes after marriage.


حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مَيْسَرَةَ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ


Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kami belum pernah melihat dua orang yang memadu cinta sebagaimana orang yang menikah."  ibn Majah 1837

[Fifth,] Make it cheap, its not about wealt, the wealt will be gathered after marriage. We are start from zero. And the ones who get married, is the best ones.

حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِرَجُلٍ تَزَوَّجْ وَلَوْ بِخَاتَمٍ مِنْ حَدِيدٍ


Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada seseorang: "Menikahlah meskipun maharnya hanya dengan cincin besi."  bukhori 4715


حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَكَمِ الْأَنْصَارِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ رَقَبَةَ عَنْ طَلْحَةَ الْيَامِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ قَالَ لِي ابْنُ عَبَّاسٍ

هَلْ تَزَوَّجْتَ قُلْتُ لَا قَالَ فَتَزَوَّجْ فَإِنَّ خَيْرَ هَذِهِ الْأُمَّةِ أَكْثَرُهَا نِسَاءً


dari [Sa'id bin Jubair] ia berkata; [Ibnu Abbas] pernah bertanya kepadaku, "Apakah kamu sudah menikah?" aku menjawab, "Tidak." Ia kemudian berkata, "Menikahlah, karena orang yang terbaik dari ummat ini adalah seorang yang paling banyak wanitanya."  bukhori 4681

[Sixth,] we are reminded that everyone is close to adultery, so we need to keep ourselves onto.


حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ أَخْبَرَنَا أَبُو هِشَامٍ الْمَخْزُومِيُّ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا سُهَيْلُ بْنُ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنْ الزِّنَا مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ


Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya manusia itu telah ditentukan nasib perzinaannya yang tidak mustahil dan pasti akan dijalaninya. Zina kedua mata adalah melihat, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berbicara, zina kedua tangan adalah menyentuh, zina kedua kaki adalah melangkah, dan zina hati adalah berkeinginan dan berangan-angan, sedangkan semua itu akan ditindak lanjuti atau ditolak oleh kemaluan." muslim 4802


حَدَّثَنِي مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ

مَا رَأَيْتُ شَيْئًا أَشْبَهَ بِاللَّمَمِ مِمَّا قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنْ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ وَزِنَا اللِّسَانِ الْمَنْطِقُ وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ

وَقَالَ شَبَابَةُ حَدَّثَنَا وَرْقَاءُ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


dari [Ibnu 'Abbas] mengatakan, belum pernah kulihat sesuatu yang lebih mirip dengan dosa-dosa kecil daripada apa yang dikatakan oleh [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Allah menetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, ia pasti melakukan hal itu dengan tidak dipungkiri lagi, zina mata adalah memandang, zina lisan adalah bicara, jiwa mengkhayal dan kemaluan yang akan membenarkan itu atau mendustakannya". Dan [Syababah] mengatakan, telah menceritakan kepada kami [Warqa'] dari [Ibnu Thawus] dari [ayahnya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.  bukhori 6122

[Summary] Please follow the right ways, the God Ways, because we are believers. Say NO to adultery (termasuk masalah pacaran), and say YES to marry.
Read more ...

Jun 9, 2011

meaningful song, advice for the end of the world part 2 [old-javanese-song]

beberapa waktu lalu saya pernah inget dgn nasehat ini:some body comment my status via email, so let make it clear .. *terjemahan versi saya, mudah2an sesuai dgn yg Lala maksud.


Wus tibo titi wancine, kali ilang kedunge, pasar ilang kondange, tanduran sudo pawetune, panditho kurang sabare, ratu kurang adile, wong wadon ilang wirange, wong lanang ilang prawirane, wong ngelmu kurang lakune, wong jowo ilang jawane, mongko enggal2 topo leleno, ojo bali yen durung pikantuk hidayah. Menehono teken wong kan wuto, menehono pangan wong kang luwe, menehono busono wong kang wudo.


1. Wus tibo titi wancine,
Gramatical meaning : sudah datang waktunya

Deep Meaning : (kalau lihat makna tulisan aslinya, hrsnya ketika itu menggunakan kata2 "bakal tibo titi wancine" meaning "akan datang suatu masa")

=> فَقَالَ اصْبِرُوا فَإِنَّهُ لَا يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ سَمِعْتُهُ مِنْ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

 => adalagi yg menerangkan : washbiruu, lam ya'ti alaikum amun illa walladhi ba'dahu syarrun minhu


2. kali ilang kedunge,
Gramatical meaning : sungai hilang kedalamannya / airnya / sumbernya.
Deep Meaning : orang2 di jaman ahir akan menjadi bodoh dalam urusan agama, mereka mengerti cuma sedikit, dan sumberan2 ilmu dari orang2 ahli ilmu sudah tinggal sedikit, sementara keinginan untuk mencari ilmu agama sangat kurang, terbukti : klo sekolah biayanya brpa di biayai, klo mondok brpa ? kurang di support.

dalilnya :
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
قَالَ الْفِرَبْرِيُّ حَدَّثَنَا عَبَّاسٌ قَالَ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ هِشَامٍ نَحْوَهُ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan". Berkata Al Firabri Telah menceritakan kepada kami 'Abbas berkata, Telah menceritakan kepada kami Qutaibah Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Hisyam seperti ini juga.  Buqori 98


3. pasar ilang kondange,
Gramatical Meaning : pasar sudah tidak terkenal
Deep Meaning : pasar adalah tempat berkumupulnya orang untuk berdagang demi memenuhi kebutuhan hidup, people bs cari duit everywhere, asal ada internet bs dpt duit.


4. tanduran sudo pawetune,
Gramatical Meaning : tanaman jadi kurang hasilnya
Deep Meaning : anak2 yg dari kecil di didik dan diharapkan hasilnya ternyata malah tidak berbuah dan byk yg menentang orang tuanya.


5. panditho kurang sabare,
Gramatical Meaning : pendeta kurang sabarnya
Deep Meaning : orang2 ahli ilmu kurang sabar dalam mengajarkan ilmunya.

6. ratu kurang adile,
Gramatical Meaning : pemimpin kurang adilnya
Deep Meaning : pemimpin kurang adilnya

7. wong wadon ilang wirange,
Gramatical Meaning : perempuan hilang malunya
Deep Meaning : perempuan hilang malunya

8. wong lanang ilang prawirane,
Gramatical Meaning : laki2 hilang wibawanya
Deep Meaning : laki2 hilang wibawanya

حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ مَيْسَرَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا
telah bersabda Rasul shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dan merebaknya kebodohan dan diminumnya khamer serta praktek perzinahan secara terang-terangan".  buqori 78

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ شَقِيقٍ قَالَ كُنْتُ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ وَأَبِي مُوسَى فَقَالَا
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ لَأَيَّامًا يَنْزِلُ فِيهَا الْجَهْلُ وَيُرْفَعُ فِيهَا الْعِلْمُ وَيَكْثُرُ فِيهَا الْهَرْجُ وَالْهَرْجُ الْقَتْلُ
Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda; "Menjelang kiamat terjadi, terdapat hari-hari yang ketika itu banyak kebodohan, ilmu diangkat, dan banyak alharaj, alharaj adalah pembunuhan." buqori 6538

حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا أَبُو التَّيَّاحِ حَدَّثَنِى أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ
قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda: "Diantara tanda-tanda terjadinya hari kiamat yaitu: diangkatnya ilmu, kebodohan merajalela, banyaknya orang yang meminum minuman keras, dan zina dilakukan dengan terang-terangan." muslim 4824

9. wong ngelmu kurang lakune,
Gramatical Meaning : orang yg punya ilmu jarang mengasah ilmunya dan atau mengajarkan ilmunya.
Deep Meaning : para ahli ilmu males mengajarkan, memperingatkan, HANYA MELIHAT SAJA klo ada yg salah, Kalau dulu ada nasehatnya : Ilmu iku dadine krono laku le  => ilmu itu jadi nya, nanti setelah km menjalani dunia luar yg sebenernya (klo masihdi pondok mah, gak akan kelihatan itu ilmunya manfaat / jadi / malah gemblung, tp nanti klo sdh mulai di luar, akan terasanya, jadi dan tidaknya.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يَقُولُا
لَا يُسْتَطَاعُ الْعِلْمُ بِرَاحَةِ الْجِسْمِ
[Abdullah bin Yahya bin Abu Katsir] dia berkata; Aku mendengar [Ayahku] berkata; "Ilmu tidak bisa diraih dengan mengistirahatkan badan (ogah-ogahan)." muslim 968

10. wong jowo ilang jawane,
Gramatical Meaning : orang jawa kehilangan budaya jawa nya, gak ngerti coro jowo, gak ngerti unggah ungguh, sopan santun, gak ngerti adat ketimuran
Deep Meaning : orang jawa kehilangan budaya jawa nya, gak ngerti coro jowo, gak ngerti unggah ungguh, sopan santun, gak ngerti adat ketimuran, sudah byk yg pake lulu gwgw.

11. mongko enggal2 topo leleno, ojo bali yen durung pikantuk hidayah.
Gramatical Meaning : maka secepatnya lari untuk cari ilmu, jangan kembali jika belum dpt hidayah.
Deep Meaning : secepatnya cari temen yg berilmu, biar bs ngerti benernya gmana.

12. Menehono teken wong kan wuto,
Gramatical Meaning : berikanlah tongkat bagi orang yg buta
Deep Meaning : berikanlan penjelasan, nasehat, bagi yg gak ngerti


13. menehono pangan wong kang luwe,
Gramatical Meaning : berilah makan orang yg lapar
Deep Meaning : byk2 sodaqoh

14. menehono busono wong kang wudo.
Gramatical Meaning : berilah baju orang yg telanjang
Deep Meaning : sadarkanlah orang2 yg kehilangan "wirang" (malu) dan "prawiro"(wibawa) nya.


حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ رَجُلٌ لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ فَوَضَعَهَا فِي يَدِ سَارِقٍ فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ تُصُدِّقَ عَلَى سَارِقٍ فَقَالَ اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ فَوَضَعَهَا فِي يَدَيْ زَانِيَةٍ فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ تُصُدِّقَ اللَّيْلَةَ عَلَى زَانِيَةٍ فَقَالَ اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ عَلَى زَانِيَةٍ لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ فَوَضَعَهَا فِي يَدَيْ غَنِيٍّ فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ تُصُدِّقَ عَلَى غَنِيٍّ فَقَالَ اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ عَلَى سَارِقٍ وَعَلَى زَانِيَةٍ وَعَلَى غَنِيٍّ فَأُتِيَ فَقِيلَ لَهُ أَمَّا صَدَقَتُكَ عَلَى سَارِقٍ فَلَعَلَّهُ أَنْ يَسْتَعِفَّ عَنْ سَرِقَتِهِ وَأَمَّا الزَّانِيَةُ فَلَعَلَّهَا أَنْ تَسْتَعِفَّ عَنْ زِنَاهَا وَأَمَّا الْغَنِيُّ فَلَعَلَّهُ يَعْتَبِرُ فَيُنْفِقُ مِمَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ
Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berkata,: "Ada seorang laki-laki berkata,: Aku pasti akan bershadaqah. Lalu dia keluar dengan membawa shadaqahnya dan ternyata jatuh ke tangan seorang pencuri. Keesokan paginya orang-orang ramai membicarakan bahwa dia telah memberikan shadaqahnya kepada seorang pencuri. Mendengar hal itu orang itu berkata,: "Ya Allah segala puji bagiMu, aku pasti akan bershadaqah lagi". Kemudian dia keluar dengan membawa shadaqahnya lalu ternyata jatuh ke tangan seorang pezina. Keesokan paginya orang-orang ramai membicarakan bahwa dia tadi malam memberikan shadaqahnya kepada seorang pezina. Maka orang itu berkata, lagi: Ya Allah segala puji bagiMu, (ternyata shadaqahku jatuh) kepada seorang pezina, aku pasti akan bershadaqah lagi. Kemudian dia keluar lagi dengan membawa shadaqahnya lalu ternyata jatuh ke tangan seorang yang kaya. Keesokan paginya orang-orang kembali ramai membicarakan bahwa dia memberikan shadaqahnya kepada seorang yang kaya. Maka orang itu berkata,: Ya Allah segala puji bagiMu, (ternyata shadaqahku jatuh) kepada seorang pencuri, pezina, dan orang kaya. Setelah itu orang tadi bermimpi dan dikatakan padanya: "Adapun shadaqah kamu kepada pencuri, mudah-mudahan dapat mencegah si pencuri dari perbuatannya, sedangkan shadaqah kamu kepada pezina, mudah-mudahan dapat mencegahnya berbuat zina kembali dan shadaqah kamu kepada orang yang kaya mudah-mudahan dapat memberikan pelajaran baginya agar menginfaqkan harta yang diberikan Allah kepadanya". buqori 1332


++++++++++++++++++++++++

at the last: Lala said : "akeh kere munggah mbale" meaning : banyak orang2 miskin (ilmu agamanya, dan atau orang jahat) skrg jadi kaya


حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الْمَقْبُرِيُّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh pasti akan datang suatu jaman pada manusia yang ketika itu seseorang tidak peduli lagi tentang apa yang didapatnya apakah dari barang halal ataukah haram".buqori 1941

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهُوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ
"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah hilangnya ilmu, banyak terjadi gempa, waktu seakan berjalan dengan cepat, timbul berbagai macam fitnah, Al haraj -yaitu pembunuhan- dan harta melimpah ruah kepada kalian." buqori 978

==================

حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا خَيْثَمَةُ حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ غَفَلَةَ قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
إِذَا حَدَّثْتُكُمْ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثًا فَوَاللَّهِ لَأَنْ أَخِرَّ مِنْ السَّمَاءِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَكْذِبَ عَلَيْهِ وَإِذَا حَدَّثْتُكُمْ فِيمَا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ فَإِنَّ الْحَرْبَ خِدْعَةٌ وَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَيَخْرُجُ قَوْمٌ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أَحْدَاثُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ لَا يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ فَأَيْنَمَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاقْتُلُوهُمْ فَإِنَّ فِي قَتْلِهِمْ أَجْرًا لِمَنْ قَتَلَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Di akhir jaman nanti muncul suatu kaum yang umur-umur mereka masih muda, pikiran-pikiran mereka bodoh, mereka mengatakan dari sebaik-baik manusia, padahal iman mereka tak sampai melewati kerongkongan, mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah keluar dari busurnya, dimanapun kalian menemukannya, bunuhlah dia, sebab siapa membunuhnya mendatangkan ganjaran pagi pelakunya di hari kiamat."  bukhori 6418

SUMMARY:
Hey anak2 muda, carilah ilmu, dan kalian boleh dengki atas ini, mumpung masih muda untuk bekal km nanti, untuk keluargamu nanti, untuk kamu bisa memimpin, mengarahkan, memilihkan jalan yg bener, untuk kehidupanmu nanti setelah MATI.

حَدَّثَنَا شِهَابُ بْنُ عَبَّادٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ إِسْمَاعِيلَ عَنْ قَيْسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَآخَرُ آتَاهُ اللَّهُ حِكْمَةً فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا
Telah menceritakan kepada kami [Syihab bin Ubbad] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Humaid] dari [Ismail] dari [Qais] dari ['Abdullah] mengatakan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh dengki kecuali dalam dua hal; Seseorang yang Allah beri harta, lantas ia mengelola perbelanjaannya dalam rangka kebenaran, dan seseorang yang Allah beri hikmah (ilmu) kemudian ia pergunakan untuk memutuskan masalah dan ia ajarkan."   buqori 6772

*(mudah2an sesuai dgn yg Lala maksud)
Read more ...